benny's Site

Blog EntryCINTA ABSTRAK RINJANI anak tetangga sebelahMar 7, '08 12:07 PM
for everyone
Di bulan Januari, pagi buta lahirlah seorang bayi laki-laki, Rinjani namanya.buah cinta sepasang pengantin yang menikah dua tahun yang lalu-tetangga sebelah rumah.

Rinjani bayi pertama mereka itu lahir di saat yang tepat,saat karir si ayah sedang bagus-bagusnya beranjak naik,Rinjani adalah anugrah terindah, tepatnya anak pembawa hoki bagi keluarga muda itu, ia di besarkan dengan penuh kasih sayang oleh kedua orang tuanya.

Saat Rinjani merayakan ultahnya yang kedua,ibunya harus kembali ke dunia kerja,dunia yang terpisah-sayang bila karir sang ibu muda yang telah susah payah dirintis dari awal,lalu di tinggalkan begitu saja.Maka si pengasuh anaklah yang di tugasi mengasuh Rinjani ketika ayah dan ibunya pergi bekerja hingga malam.

Lambatlaun tanpa mereka sadari Rinjani telah tumbuh menjadi bayi di luar kendali. Rinjani sering rewel,susah di atur,tapi tidak bila berhadapan dengan televisi.Di depan televisi rinjani bisa manis,didepan telivisi Rinjani bisa nurut,telivisi adalah ibu kedua bagi rinjani namun tidak mengusik cemburu ibunya,malah Rinjani sering dimanjakan dengan video-video kartun baru yang di belikan kedua orang tua,karena bila disuruh memilih maka Rinjani lebih memilih di belikan kaset-kaset vidao tersebut,ketimbang makanan ataupun mainan.

Dari video-video tersebut Rinjani belajar berekspresi,berteriak,melompat,berlari, menari,menyanyi dan menggambar. Mengambarlah kegiatan yang peling disukainya,walau hanya berupa coret-coretan abstrak.Setiap sudut rumah hingga tubuhnya pernah ia gambari.
Hingga suatu pagi di garasi mobil ayahnya Rinjani menemukan sebatang paku,dan mulailah ia mengambari mobil sedan mewah kebanggaan ayahnya,yang belum lunas kreditannya,belum sampai tiga hari pula dimiliki ayahnya.

Pagi itu ayahnya hendak ke kantor ketika mendapati sedan kebanggaannya yang terparkir di garasi telah dipenuhi baret di sana-sini,hasil kerya anak sendiri,kenarahan ayahnya menjadi lepas kendali,kemarahan yang sepertinya telah lama terpendam dan di tahan-tahan akhirnya meledak.Dipukulnya berulang-ulang kali kedua tangan anaknya,Rinjani menangis berteriak sekencang-kencangnya,hal itu tidak membuat ayahnya ibah,ibunya yang datang berusaha untuk menolong malah ikut kena semprotan amarah.Hari itu tangan Rinjani yang lebam, di obati dengan obat gosok seadanya dan Rinjani disuruh tidur.Lebam di tangan Rinjani terlupakan karena kesibukan kedua orang tuanya masing-masing.

Sampai pada malam yang ketiga Rinjani demam tinggi, pagi-pagi buta dalam keadaan panik Rinjani segera dilarikan ke rumah sakit,dan segalanya telah terlambat,tangan Rinjani harus segera diamputasi, jika tidak nyawanya tidak akan tertolong.

Seusai diamputasi Rinjani terbangun tanpa kedua tangan.Dengan tangis dan rengekan Rinjani meminta maaf, berjanji untuk tidak akan nakal lagi,dan meminta-minta ayahnya untuk mengembalikan tangannya, agar ayahnya jangan menyembunyikan kedua tangannya, sehingga ia bisa kembali menulis dan menari.

Bagi Rinjani  tak ada yang salah dengan gambarnya  pada mobil baru ayah tempo itu.itu adalah gambar ayah dan ibu sedang menggandeng dirinya berjalan menuju taman yang indah.Ya menuju suatu taman yang indah.


kilauembun wrote on Apr 3
menyedihkan sekali ceritanya,,, :-(
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help