Disebuah pulau yang terbentang daratan yang luas,disitu bertiuplah angin musim semi dengan riang berkata:"sungguh indah daratan ini diselimuti bunga-bunga aneka warna di sela rerumputan hijau, memberiku wewangian di setiap kedatanganku,begitu juga pepohonan rindang membuat gemas selalu inginku sentuh". Sepanjang musim itu ia riang bermain, membelai dedaun,berkejaran dengan kupu-kupu,hingga lelah. dan waktunya untuk pulang. Menandakan berakhirlah musain semi.
Perjalanan pulang angin musim semi merupakan perjalanan kedatangan angin musim kemarau ke pulau tersebut.
sesaat kemudian sampailah angin musim kemarau di pulau itu, di pulau itu ia bertiup kencang sekali merontokan semua daun deaun serta ranting-ranting pepohonan yang telah mengering. Ia melakukannya sebagai suatu kesenangan. mengangkat daun-daun kering bercampur dabu tinggi ke langit, berputar-putar seperti menari dengan iramanya lalu menyerakan ke permukaan tanah bebatuan,mengangkat-menghempas,mengangkat dan hempaskan.
Beberapa minggu berlalu, angin musim kemarau merasa sudah cukup kesenangannya di pulau itu,karena yang kuasa telah bertakdir atas kepulangannya maka bertiuplah ia pulang.
Saat perjalanan pulangnya ia berpapasan dengan kedatangan angin musim semi, keduanya bercerita tentang keindahan pulau itu. Namun terdapat jurang perbedaan keindahan diantara keduanya, begitu juga kesenangan mereka yang amat berbeda, maka timbullah pertengkaran yang memanas.
untuk membuktikan kebenaran keindahan pulau itu angin musim semi mengajak si angin musim panas untuk bersama-sama mendatangi pulau tersebut. Tapi angin musim kemarau menolaknya:"Kedatanganmu adalah kepergianku,aku tidak akan melanggar apa yang telah ditentukan sang pencipta". Mendengar itu bersedihlah angin musim semi, ia mengira angin musim kemarau yang taad kepada sang pencipta telah merubah segala keindahan di pulau itu,sedangkan angin musim kemarau dengan atas nama sang pencipta mengancam suaranya menderu-deru:"Aku akan menghancurkanmu ,bila kedatanganmu menghancurkan keindahanku di pulau tersebut,sebab kesananganku satu-satunya berada di pulau itu".
Benny Tjundawan
www.sni-dt88.com